Siapapun anda -influencer, pejabat, mahaguru- yang hari-hari ini menganjurkan, merekomendasikan, meneriakkan “Time to Buy!”, anda tampaknya lupa -atau tidak paham- dengan definisi hakiki dari kata “Investasi”. Apapun kepentingan anda, teriakan anda bukan sedang mengajak masyarakat untuk berinvestasi! Anda sedang mengajak masyarakat untuk berspekulasi! Padahal -demi kepentingan anda- masyarakat tidak seharusnya ikutan bertaruh, masyarakat tidak layak menjadi korban, masyarakat tidak pantas menjadi tumbal. (Yang bahkan seharusnya hari-hari ini masyarakat investor tidak perlu turut menanggung akibat dari kelemahan dan ketidakmampuan yang ada.)

Ingat, investasi senantiasa bertujuan untuk menjaga keutuhan nilai harta/aset kita, dan bukan mempertaruhkan harta/aset kita. Saya ulangi. “Menjaga keutuhan nilai harta/aset, dan bukan mempertaruhkan harta/aset.” Membedakan definisi dan tujuan “investasi” dan “spekulasi” adalah sederhana, hanya saja kita terlalu sering memutarbalikkannya. Terlalu mudah mencampuradukkannya. Jadi, jangan -tolong jangan- mengajak masyarakat dengan uang hasil jerih payahnya, uang tabungan masa depannya, membeli saham di tengah ketidakpastian. Ketidakpastian (uncertainty) bukanlah sahabat investor!

Hari-hari ini -sialnya, mungkin hingga beberapa saat ke depan, entah bulan entah tahun- adalah hari-hari ketidakpastian. Hari-hari tanpa kepastian. Ancaman lembaga penyedia indeks global, yang nantinya apakah akan mempertahankan peringkat kasta bursa Indonesia atau akan menurunkannya, dengan segala dampak seriusnya, bukanlah lemparan koin ke udara untuk ditebak dan dipertaruhkan oleh masyarakat dengan predikat “investor”.

“So, time to buy?! Now?! Big NO!”

Teriakan lebih tepat, lebih elok, saat ini bukan teriakan “ke luar” itu tadi, melainkan “ke dalam”. “Perbaiki! Sempurnakan! Jalankan!” Perbaiki dan sempurnakan semua kekurangan, kelemahan, dan kebobrokan, lalu jalankan!, hingga menjadi sebuah negara dengan pasar saham yang layak investasi -bukan melulu ajang spekulasi-, kredibel dan transparan berkelas dunia, serta menjadi tumpuan menyejahterakan masyarakat. Pada saat itu, barulah lantang teriakkan “Time to buy!” Dan saya akan ikut serta bergabung di barisan terdepan.

Nicky Hogan, 18 Oktober 2026

Nicky Hogan's avatar
Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.